Presiden Absen Pembukaan BEI 2026; Target IHSG 10.000 & Ekonomi 6%

JAKARTA – Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terpantau absen dalam seremoni pembukaan perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (2/1/2026). Meski demikian, pemerintah dan otoritas pasar modal menegaskan bahwa dukungan terhadap sektor finansial tetap menjadi prioritas utama.
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa ketidakhadiran Presiden disebabkan oleh agenda mendesak kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana di Aceh.
“Presiden sedang di Aceh. Hal ini menunjukkan bahwa beliau sangat peduli dengan masalah yang dihadapi masyarakat secara langsung,” ujar Purbaya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta.
Baca Lainnya :
- Proyeksi IHSG 10.000 di Akhir 2026 & Rekomendasi Saham Analis0
- Harga Emas Antam 1 Januari 2026 Turun: Cek Daftar Harga Lengkap0
- Daftar 11 Saham Bagi Dividen Januari 2026: Cek Jadwal BBRI, BMRI, ADRO0
- Indeks LQ45 Terkoreksi di Penghujung Tahun, Sektor Infrastruktur dan Siklikal Jadi Penyelamat0
- Modal Asing Masuk Rp3,98 Triliun ke Pasar Keuangan RI, BI Ungkap Dampaknya0
Senada dengan Menkeu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, menilai kehadiran fisik bukanlah indikator tunggal dukungan kepala negara. "Dukungan kebijakan jauh lebih penting daripada kehadiran fisik dalam seremoni. Beliau memprioritaskan penanganan di lapangan (Aceh dan Medan), dan pasar modal tetap berjalan solid," ungkap Inarno.
Sinyal Ekonomi 6 Persen dan Target IHSG 10.000
Di balik absennya Presiden, aura optimisme menyelimuti lantai bursa. Menkeu Purbaya secara gamblang menyatakan keyakinannya bahwa IHSG mampu menyentuh level 10.000 tahun ini. Fondasi ekonomi yang menguat serta sinkronisasi kebijakan antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) menjadi motor penggerak utama.
“Sinergi kita dengan BI sudah sangat sinkron. Angka pertumbuhan ekonomi 6 persen bukan mustahil dicapai tahun ini. Pelaku pasar harus bersiap-siap,” tegas Purbaya.
Ambisi BEI Tembus Top 10 Dunia
Sementara itu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, meski enggan memberikan target angka spesifik untuk indeks, memaparkan visi besar bursa untuk periode 2026-2030. BEI menargetkan posisi sebagai jajaran 10 besar bursa dunia berdasarkan nilai kapitalisasi pasar dan transaksi.
Untuk tahun 2026, BEI telah menetapkan beberapa parameter kunci:
RNTH: Target Rata-rata Nilai Transaksi Harian sebesar Rp 15 triliun.
Listing Baru: Target 555 pencatatan efek, termasuk 50 emiten saham baru.
Investor: Penambahan 2 juta investor baru melalui penguatan kanal distribusi informasi digital.
Optimisme ini didukung oleh fakta bahwa IHSG kini telah stabil berada di level 8.000-an, mencerminkan kepercayaan investor yang tetap terjaga meski di tengah dinamika domestik maupun global.
Sumber : Infobanknews








.jpg)