Presiden Absen Pembukaan BEI 2026; Target IHSG 10.000 & Ekonomi 6%

By Administrator 03 Jan 2026, 11:24:37 WITA Ekonomi
Presiden Absen Pembukaan BEI 2026; Target IHSG 10.000 & Ekonomi 6%

JAKARTA – Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terpantau absen dalam seremoni pembukaan perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (2/1/2026). Meski demikian, pemerintah dan otoritas pasar modal menegaskan bahwa dukungan terhadap sektor finansial tetap menjadi prioritas utama.

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa ketidakhadiran Presiden disebabkan oleh agenda mendesak kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana di Aceh.

“Presiden sedang di Aceh. Hal ini menunjukkan bahwa beliau sangat peduli dengan masalah yang dihadapi masyarakat secara langsung,” ujar Purbaya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta.

Baca Lainnya :

Senada dengan Menkeu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, menilai kehadiran fisik bukanlah indikator tunggal dukungan kepala negara. "Dukungan kebijakan jauh lebih penting daripada kehadiran fisik dalam seremoni. Beliau memprioritaskan penanganan di lapangan (Aceh dan Medan), dan pasar modal tetap berjalan solid," ungkap Inarno.

Sinyal Ekonomi 6 Persen dan Target IHSG 10.000

Di balik absennya Presiden, aura optimisme menyelimuti lantai bursa. Menkeu Purbaya secara gamblang menyatakan keyakinannya bahwa IHSG mampu menyentuh level 10.000 tahun ini. Fondasi ekonomi yang menguat serta sinkronisasi kebijakan antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) menjadi motor penggerak utama.

“Sinergi kita dengan BI sudah sangat sinkron. Angka pertumbuhan ekonomi 6 persen bukan mustahil dicapai tahun ini. Pelaku pasar harus bersiap-siap,” tegas Purbaya.

Ambisi BEI Tembus Top 10 Dunia

Sementara itu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, meski enggan memberikan target angka spesifik untuk indeks, memaparkan visi besar bursa untuk periode 2026-2030. BEI menargetkan posisi sebagai jajaran 10 besar bursa dunia berdasarkan nilai kapitalisasi pasar dan transaksi.

Untuk tahun 2026, BEI telah menetapkan beberapa parameter kunci:

  • RNTH: Target Rata-rata Nilai Transaksi Harian sebesar Rp 15 triliun.

  • Listing Baru: Target 555 pencatatan efek, termasuk 50 emiten saham baru.

  • Investor: Penambahan 2 juta investor baru melalui penguatan kanal distribusi informasi digital.

Optimisme ini didukung oleh fakta bahwa IHSG kini telah stabil berada di level 8.000-an, mencerminkan kepercayaan investor yang tetap terjaga meski di tengah dinamika domestik maupun global. 

Sumber  : Infobanknews




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment