Proyeksi IHSG 10.000 di Akhir 2026 & Rekomendasi Saham Analis

JAKARTA – Ambisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk menembus level psikologis 10.000 pada akhir tahun 2026 dinilai sebagai target yang realistis. Keyakinan ini didasarkan pada struktur pasar modal Indonesia yang kian matang, ditandai dengan kapitalisasi pasar (market cap) yang telah melampaui angka Rp 16.000 triliun sepanjang tahun 2025.
Mengawali perdagangan Jumat (2/1/2026), IHSG langsung tancap gas dengan menguat 1,17 persen ke level 8.748,13. Arus modal asing pun tercatat masuk deras (net buy) sebesar Rp 1,06 triliun di seluruh pasar, memberikan sinyal positif bagi prospek jangka panjang.
Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, menjelaskan bahwa untuk mencapai angka 10.000, IHSG membutuhkan sokongan fundamental yang berkelanjutan. "Pertumbuhan laba emiten big cap, ekspektasi penurunan suku bunga global, serta stabilitas makroekonomi domestik adalah motor penggerak utamanya," ujar Hendra.
Baca Lainnya :
- Penyebab Demo Besar Iran 2026: Inflasi 40% & Krisis Rial0
- Harga Emas Antam 1 Januari 2026 Turun: Cek Daftar Harga Lengkap0
- Daftar 11 Saham Bagi Dividen Januari 2026: Cek Jadwal BBRI, BMRI, ADRO0
- Indeks LQ45 Terkoreksi di Penghujung Tahun, Sektor Infrastruktur dan Siklikal Jadi Penyelamat0
- Modal Asing Masuk Rp3,98 Triliun ke Pasar Keuangan RI, BI Ungkap Dampaknya0
Rotasi Sektoral: Energi dan Logam Jadi Primadona
Menariknya, terjadi rotasi portofolio di awal tahun ini. Investor asing terpantau keluar dari saham perbankan besar dan beralih ke sektor energi, pertambangan, dan logistik. Fenomena ini dipicu oleh stabilitas harga komoditas dan tren diversifikasi bisnis emiten ke arah ekonomi hijau.
Saham Pilihan Analis untuk 2026
Berdasarkan analisis fundamental dan teknikal, berikut adalah empat saham yang layak dicermati investor:
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Rekomendasi: Beli (Target: Rp 500)
Katalis: Akumulasi asing masif senilai Rp 889 miliar di awal tahun dan diversifikasi ke sektor emas.
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)
Rekomendasi: Beli (Target: Rp 1.800)
Katalis: Portofolio kuat di sektor infrastruktur dan ekonomi hijau, serta nilai aset bersih (Net Asset Value) yang masih terdiskon.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)
Rekomendasi: Beli (Target: Rp 420)
Katalis: Rumor IPO anak usahanya, Vidio, yang berpotensi membuka nilai tersembunyi perusahaan (unlock value).
PT Sentul City Tbk (BKSL)
Rekomendasi: Beli (Target: Rp 180)
Katalis: Pemulihan sektor properti seiring peluang penurunan suku bunga acuan.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meski optimisme membumbung, Hendra mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap dinamika geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar Rupiah. Strategi diversifikasi portofolio tetap menjadi kunci utama dalam manajemen risiko di tahun 2026.
Sumber : Infobanknews








.jpg)