Gubernur Kaltara Tawarkan Proyek Siap Investasi kepada Pengusaha Malaysia

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus berupaya menarik minat investasi asing. Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, memaparkan sejumlah proyek investasi potensial kepada para pengusaha asal Malaysia dalam pertemuan yang digelar pekan ini.
Dalam pertemuan tersebut, Zainal memperkenalkan Investment Project Ready to Offer (IPRO) — daftar proyek investasi prioritas yang telah dikaji secara menyeluruh, mencakup aspek teknis, legalitas, hingga potensi pasar. Program ini disusun untuk memudahkan calon investor dalam memilih dan menanamkan modal di wilayah Kaltara, karena setiap proyek telah memiliki data dasar dan kelayakan yang lengkap.
“Para pengusaha Malaysia sangat tertarik mengetahui peluang investasi di Kaltara. Kami sampaikan beberapa proyek IPRO yang sudah siap untuk ditindaklanjuti,” ujar Zainal.
Baca Lainnya :
- Prabowo Dorong Kolaborasi Antar-Lembaga untuk Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional0
- Pusat Kebudayaan Nusantara Akan Dibangun di IKN, Berdiri di Atas Lahan 33,38 Hektar0
- BI Kaltara Resmi Buka Karya Kreatif Benuanta 20250
- Komitmen Investasi untuk IKN Capai Rp 225 Triliun, Bukti Kepercayaan Investor Terus Menguat0
- Purbaya Tegaskan Indonesia Harus Lepas dari Ketergantungan Asing dalam Sistem Coretax0
Beberapa sektor yang masuk dalam IPRO meliputi infrastruktur, pertanian, kelautan, dan industri pengolahan. Zainal juga memaparkan sejumlah proyek strategis daerah seperti pengembangan Food Estate, pembangunan jalan tol penghubung Tanjung Selor–kawasan industri hijau, serta rencana pembangunan bandara hijau.
Selain itu, Gubernur juga menyoroti potensi besar sektor perikanan dan kelautan, termasuk budidaya ikan bandeng, udang windu, dan pengolahan rumput laut yang memiliki pasar ekspor menjanjikan, terutama ke Tiongkok.
“Kaltara merupakan salah satu penghasil rumput laut terbesar di Indonesia. Komoditas ini menjadi unggulan, bersama dengan potensi hilirisasi CPO di Kabupaten Bulungan yang juga kami tawarkan kepada investor,” jelasnya.
Pertemuan itu mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha Malaysia, di antaranya Dato’ Sri Mohamad Supardi MD Noor dan Dato’ Zuraidi Bin Rahim, yang menyatakan minat untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut. Mereka bahkan berencana mengirimkan Letter of Intent (LoI) sebagai bentuk keseriusan terhadap beberapa proyek yang ditawarkan.
Zainal mengungkapkan, potensi nilai investasi yang bisa terjalin dari kerja sama tersebut mencapai sekitar Rp500 miliar.
“Kami sudah mendapat gambaran nilai investasinya. Yang jelas, minat mereka cukup tinggi,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Kaltara menargetkan pertemuan ini menjadi langkah awal mempererat hubungan ekonomi antara Kaltara dan Malaysia. Dalam waktu dekat, para pengusaha tersebut dijadwalkan akan berkunjung langsung ke Kaltara untuk meninjau potensi investasi di lapangan.
“Kami menyambut baik niat mereka. Ini peluang besar untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi lintas negara,” tutup Zainal.








.jpg)